Kado Ahok Untuk 100 Hari Kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta

Unknown | January 20, 2018 | 0 komentar


Bebasletak.com - Memperingati 100 hari kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan serta Wakilnya Sandiaga Uno yang baru lewat sekian hari waktu lalu, Ahok memberi hadiah berbentuk hadirnya Flyover Pancoran. Banyak media kabar berita yang memberitakan kalau hadirnya flyover itu diinginkan bisa kurangi kemacetan sampai 60%.

Mungkin saja karna punya maksud mengecilkan prestasi Ahok, Sandi yang resmikan flyover itu menyebutkan kalau Flyover Pancoran cuma kurangi kemacetan 15 hingga 17 %. Sedang pernyataan berlainan dari pihak Kepolisian yang ikut serta turut lakukan eksperimen tempo hari, menyebutkan kemacetan juga akan menyusut hingga 50 % di jalur itu.

Peresmian Flyover Pancoran sendiri dikerjakan oleh Sandiaga Uno, tanpa ada hadirnya Anies Baswedan. Itupun dikerjakan dengan tergesa-gesa ala slonong boy tanpa ada normalitas, coba supaya tidak menarik perhatian umum.

Walaupun itu, di dalam keruwetan ganti-ganti kebijakan yang dikerjakan Gubernur DKI ini, tetaplah tidak dapat membendung hadirnya sebagian project infrastruktur Ahok yang satu per satu mulai selesai di DKI Jakarta. Project insfrastruktur Ahok yang jumlahnya hingga belasan project, bersiap untuk diresmikan dengan cepat-cepat serta senyap oleh keduanya.

Ke depan masih tetap masih ada beragam project infrastruktur yang tengah dikerjakan yaitu flyover Cipinang-Lontar yang penyelesaiannya telah menjangkau 80 %, flyover Bintaro, underpass Mampang- Kuningan, underpass Kartini, underpass Matraman.

Diluar itu, pembangunan LRT Cawang-Dukuh Atas, LRT Velodrome-Kelapa Gading, pembangunan ruas tol dalam kota koridor Sunter-Pulogebang, pembangunan Tol Depok-Antasari, serta Tol Becakayu.

Belum juga termasuk juga pelaksanaan RTH yang tengah dikerjakan di Lapangan Banteng, jadi lanjutan project RTH Kalijodo. Perancangnya sendiri mengaku kalau RTH Lapangan Banteng juga akan tambah lebih spektakuler serta bagus dari Kalijodo. Terang inspirasi itu digagas Ahok dengan arsitek RTH Kalijodo, saat beliau masih tetap memimpin dahulu.


Diluar itu juga, perbaikan Velodrome Rawamangun yang ditargetkan rampung bln. Mei 2018 untuk menyongsong Asean Games 2018. Velodrome itu juga akan jadi velodrome yang termegah di Asia, menyaingi velodrome yang dipakai pada Olimpiade London 2012 kemarin.

Beberapa besar sebagian project itu semasa kepemimpinan Ahok ditargetkan usai sebelumnya 2018. Yang sayangnya sangat terpaksa mesti molor karna beliau tersingkirkan. Sesaat pemimpin yang baru, demikian menjabat, bukannya mengawasi serta mengawal sebagian project itu supaya bisa usai pas saat, jadi lebih repot bebrapa untuk APBD. Dan mencari pencitraan lewat beragam inspirasi serta tindakan konyol yang bukannya memajukan Jakarta jadi memundurkan Jakarta.


Ahok masih tetap menaruh beberapa kejutan yang akan menampar Anies-Sandi sepanjang pemerintahan mereka di DKI yang tak tahu hingga kapan bertahan. Tentu umum juga akan nikmati hasil-hasil project peninggalan Ahok ini yang tetaplah juga akan bercahaya di dalam kacaunya pemerintahan DKI yang dipegang mereka berdua. Karya-karya fenomenal Ahok seperti bintang yang berkelap kelip mengikuti Tjahaya Purnama menyinari Kota Jakarta pada malam yang gelap.

Tersebut beragam warisan Ahok yang juga akan memberi warna pemerintahan Anies yang gagap serta tidak berhasil dalam membenahi kebijakan yang pas serta efisien buat kota Jakarta ini. Anies cuma fokus pada kontrak politiknya saja yang telah terlanjur banyak diumbar di beberapa pelosok Jakarta untuk mencari simpati manfaat modal dia mendekati pilpres 2019 kelak.

Anies tersandera oleh lidah serta batinnnya karna terikat janji manis mengasyikkan pendukung, maksudnya bukanlah untuk memajukan kota Jakarta. Asal pendukung suka, dia tidak perduli walau mesti menabrak ketentuan serta undang-undang.

Keinginan serta yang diimpikan JK yang memohon Anies untuk membawa Jakarta masuk 100 kota paling baik dunia cuma juga akan bergantung di awang-awang. JK yang begitu mengharapkan supaya Anies bisa membuat cantik Ibu Kota tapi sayangnya Anies jadi lakukan demikian sebaliknya, berikut refleksi dari orang yang semakin besar mulutnya dari pada kerjanya. Semakin besar ambisi dari pada prestasi.

Bila memanglah dipilih dengan sistem yang busuk serta kotor jadi akhirnya juga busuk serta kotor. Nilai estetika sekalipun tak ada, pandangan yang jauh ke depan dengan kata lain visioner juga tidak miliki, jadi ingin kembalikan Jakarta ke jaman old dengan kata lain jaman Sunda Kelapa. Itu memanglah janjinya waktu di Kelapa Gading Jakarta Utara. Mungkin saja karna terasa dia yaitu titisan Gabener Jenderal zaman Belanda.

Category: , , ,

0 komentar

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Aalibaba